Ringkasan Wawancara tentang Pandangan terhadap Identitas Nasional.
Ringkasan Wawancara tentang Pandangan terhadap Identitas
Nasional
Nama:
Siti Aulia
NIM:
43125010203
Narasumber dalam wawancara ini adalah seorang mahasiswa
Universitas Bina Nusantara berusia 20 tahun, bernama Calvin Emanuele, yang
dipilih karena beliau adalah orang terdekat saya dan saya percaya beliau
memiliki pengetahuan yang cukup untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
akan saya tanyakan kepada beliau. Calvin dianggap mampu memberikan pandangan
akademis sekaligus praktis mengenai pentingnya identitas nasional di tengah
masyarakat dan dunia pendidikan saat ini.
Menurut Calvin, identitas nasional merupakan karakter khas
atau ciri-ciri yang dimiliki bangsa Indonesia, mencakup nilai-nilai Pancasila,
bahasa Indonesia, bendera merah putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, semboyan
Bhinneka Tunggal Ika, dan lambang negara Garuda Pancasila. Identitas nasional
ini membedakan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain serta menjadi kekuatan
pemersatu dalam keberagaman suku, agama, dan budaya. Calvin menegaskan bahwa
identitas nasional juga mencakup nilai-nilai budaya dan sikap gotong royong
yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penggunaan bahasa
Indonesia saat berkomunikasi di lingkungan sekolah, pengibaran bendera setiap
hari Senin, hingga sikap toleransi antarumat beragama di lingkungan masyarakat.
Calvin mengamati bahwa tantangan terbesar dalam menjaga
identitas nasional di era sekarang adalah pengaruh globalisasi dan arus budaya
asing yang sangat cepat akibat kemajuan teknologi. Anak-anak muda seringkali
lebih mengagumi budaya asing dibandingkan budaya sendiri. Selain itu, rendahnya
pemahaman sejarah dan minimnya kesadaran akan pentingnya identitas nasional
menyebabkan nilai-nilai kebangsaan perlahan luntur di kalangan generasi muda.
Di sisi lain, media sosial kerap memicu polarisasi dan menyebarkan informasi
yang tidak benar, sehingga dapat memecah persatuan bangsa.
Meski begitu, Calvin tetap optimis terhadap peran generasi
muda. Menurutnya, generasi muda memiliki semangat, kreativitas, serta akses
luas terhadap teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat identitas
nasional. Anak muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan terus
mempelajari sejarah bangsa, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, dan memanfaatkan
media sosial untuk mempromosikan budaya Indonesia secara positif.
Dari wawancara ini dapat disimpulkan bahwa identitas
nasional merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah
keberagaman. Pandangan narasumber menekankan bahwa tantangan globalisasi harus
dihadapi dengan membentengi diri melalui pemahaman terhadap sejarah, budaya,
serta implementasi nilai-nilai kebangsaan di setiap aspek kehidupan. Generasi
muda sebagai pewaris bangsa diharapkan dapat memanfaatkan keunggulan teknologi
dan kreativitas untuk terus memperkuat identitas nasional serta membangun
bangsa ke arah yang lebih baik. Refleksi pribadi saya menegaskan bahwa menjaga
dan memperkuat identitas nasional bukan hanya tugas pemerintah atau guru,
tetapi merupakan tanggung jawab bersama, terutama generasi muda yang menjadi
tumpuan masa depan Indonesia.
Komentar
Posting Komentar